

Takengon – 21 Mei 2025
Suasana haru dan penuh kekeluargaan menyelimuti tepian Danau Laut Tawar, Aceh Tengah, saat keluarga besar Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 9 Bener Meriah menggelar acara perpisahan dan pemberian cinderamata kepada salah satu guru terbaik mereka, Ibu Suarni, S.Pd, yang resmi memasuki masa pensiun setelah 30 tahun mengabdi.
Acara spesial ini diselenggarakan sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi atas dedikasi panjang Ibu Suarni dalam dunia pendidikan. Dihadiri oleh seluruh dewan guru, siswa, komite madrasah, serta perwakilan dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bener Meriah, kegiatan berlangsung dengan penuh kehangatan dan emosional.
Kepala MIN 9 Bener Meriah, Sahirman,S.Pd.I., dalam sambutannya menyampaikan rasa hormat dan terima kasih yang mendalam kepada Ibu Suarni.
“Selama tiga dekade, Ibu Suarni telah menjadi cahaya bagi murid-muridnya. Beliau bukan hanya seorang pendidik, tetapi juga panutan dalam kesabaran, disiplin, dan ketulusan. Kami merasa kehilangan sosok yang luar biasa,” ungkapnya.
Rangkaian acara meliputi penampilan seni dari siswa, pembacaan puisi perpisahan, hingga penyampaian kesan dan pesan dari rekan-rekan sejawat. Puncak acara ditandai dengan penyerahan cinderamata secara simbolis kepada Ibu Suarni sebagai bentuk kenang-kenangan dan penghargaan atas pengabdiannya.
Ibu Suarni, dalam sambutannya yang penuh emosi, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kebersamaan serta dukungan yang ia terima selama ini.
“Saya sangat terharu dan bersyukur bisa menjadi bagian dari keluarga besar MIN 9 Bener Meriah. Terima kasih atas semua kenangan, kerja sama, dan cinta yang saya rasakan selama 30 tahun ini. Semoga madrasah ini terus maju dan melahirkan generasi hebat,” tutur beliau dengan suara bergetar.
Pemilihan lokasi di Danau Laut Tawar memberikan nuansa alam yang indah dan menambah kekhidmatan acara. Momen-momen kebersamaan ditutup dengan doa bersama dan sesi foto, sebagai simbol perpisahan yang sarat makna dan penuh kenangan.
Acara ini tidak hanya menjadi ajang perpisahan, tetapi juga bentuk nyata penghargaan atas perjuangan seorang guru dalam membentuk masa depan generasi bangsa.
